Rabu, 04 Mei 2016

BIOGRAFI ABDULLAH IBN ABBAS



BIOGRAFI ABDULLAH IBN ABBAS
Abdullah bin `Abbas bin `Abdul Muththalib bin Hasyim lahir di Mekah tahun 619 M atau 3  tahun sebelum hijrah. Ayahnya adalah `Abbas, paman Rasulullah, sedangkan ibunya bernama Lubabah binti Harits yang dikenal dengan julukan Ummu Fadhl Lubabah al Kubra binti Haris al Hilaliyah, yang merupakan wanita kedua yang masuk Islam dan teman dekatnya Khadijah binti Khuwailid, istri Rasululah. Ummu Fadhl juga saudara kandung Maimunah binti Harits bin Hazn, istri Nabi.. Beliau dikenal dengan nama Ibnu `Abbas. Selain itu, beliau juga disebut dengan panggilan Abul `Abbas. Dari beliau inilah berasal silsilah khalifah Dinasti `Abbasiyah.
Saudara Saudara Ibnu Abbas
1.      Al Fadhal, dikuburkan di Syam.
2.      Abdullah, lebih dikenal sebagai Ibnu Abbas.  Banyak Hadis Shahih yang diriwayatkan melalui dirinya. Ia seorang ahli agama yang mendapat doa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.   Dia pernah menjadi gubernur di Basrah pada masa kekuasaan Khalifah Ali bin Abi Thalib. Dia meninggal dan dikuburkan di Thaif, Arab Saudi.
3.      Qutsam bin Abbas, wajahnya mirip benar dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Ia pergi berjihad ke negeri Khurasan.  Pernah menjadi gubernur di Bahrain pada masa Ali bin Abi Thalib dan dikuburkan di Samarkand
4.      Ma’bad bin Abbas  pernah menjadi gubernur di Mekkah pada masa kekuasaan Khalifah Ali bin Abi Thalib dan mati syahid di Afrika.
5.      Ummu Habibah, tidak banyak dibicarakan oleh sejarah.
6.      Ubaidillah bin Abbas, pernah menjadi gubernur di Yaman pada masa kekuasaan Khalifah Ali bin Abi Thalib dan dikuburkan di Madinah.
Ibnu Abbas mendapat beberapa julukan, yakni :
  1. Ibnu Abbas
  2. Al Bahr (samudera) karena keluasan ilmunya.
  3. Al Hibr (Tampan) karena ketampanannya.
  4. Tarjuman Al Quran (Juru Bicara Al Quran) karena penguasaan Al Quran yang luas
Pernah menjadi gubernur di Basrah pada masa kekuasaan Khalifah Ali bin Abi Thalib.   Ia meriwayatkan banyak Hadis Shahih sesudah Aisyah r.a.  Dari keturunan  Ibnu Abbaslah berdirinya  Khalifah  Bani Abbasiyah. Ibnu `Abbas adalah salah satu dari empat orang pemuda bernama `Abdullah yang mereka semua diberi titel Al-`Abadillah. Tiga rekan yang lain ialah ‘Abdullah bin `Umar (Ibnu `Umar), `Abdullah bin Zubair (Ibnu Zubair), dan `Abdullah bin Amr. Mereka termasuk diantara tiga puluh orang yang menghafal dan menguasai  Al-Qur’an pada saat penaklukkan Kota Makkah. Al-`Abadillah juga merupakan bagian dari lingkar `ulama yang dipercaya oleh kaum muslimin untuk memberi fatwa pada waktu itu.
Dalam bidang militer Ibnu Abbas pernah mengikuti ekspedisi militer ke Mesir tahun 18 -21 H, ke Afrika Utara tahun 27 H, Jurjan dan Tabaristan (kini Iran Utara) tahun 30 H, ke Constantinopel bersama Yazid bin Mu’awiyah dan Abdullah bin Umar pada masa pemerintahan Umar bin Khattab.
Dalam perang Jamal antara AisyahThalhahZubair (disatu pihak) dan Ali bin Abi Thalib dipihak lain, Ibnu Abbas adalah salah satu komandan tentara Ali.  Ia menjadi gubernur Basra pada masa kekhalifan Ali.  Ibnu Abbas juga ikut menanda tangani Perjanjian Siffin.
Pada masa pemerintahan Mu’awiyah (661–680) Ibnu Abbas tinggal di Hedzjaz.  Ketika Abdullah bin Zubair meminta dukungannya untuk merebut jabatan khalifah, Ibnu Abbas (dan Ali al Hanafiyah, anak Ali bin Abu Thalib) menolak sehingga diusir oleh Abdullah bin Zubair dari Hedzjaz.  Ketika gerakan Abdullah bin Zubair dapat dipatahkan oleh Al Mukhtar (tentaranya Yazid bin Mu’awiyah) Ibnu Abbas kembali ke Hedzjaz dibawah perlindungannya, kemudian ia tinggal di Thaif sampai akhir hayatnya.
Meski dipandang sebagai Pelopor Ahli Tafsir, Ibnu Abbas tidak sempat menulis buku tafsir. Tetapi terdapat banyak tafsir yang diriwayatkan darinya. Untuk melihat apa yang disebut Tafsir Ibnu Abbas, menurut Manna al Qattan [ penulis buku Mabahis fi Ulum Quran ] yang terbaik adalah tafsir yang diriwayatkan melalui perawi hadis Ali bin Abi Talhah al Hasyimi. Catatan : Imam Bukhari juga mengambil riwayat dari jalan ini.  Dan juga melalui perawi hadis Qays bin Muslim al Kufi [ w. 120 H ]. Kitab Tafsir yang mengumpulkan tafsir Ibnu Abbas antara lain ialah Tanwir al Miqbas min Tafsir Ibn Abbas, yang ditulis oleh Abi Tahir Muhammad bin Ya’qub asy Syairazy asy Syafi’i [ w. 817 H ]
Abdullah bin Abbas diperkirakan telah meriwayatkan 1.660 hadits, peringkat keempat setelah Abu Hurairah  [ 5.374 Hadis ], Abdullah bin Umar bin Khattab [ 2.630  Hadis  ], Anas bin Malik [ 2.266 Hadis ]. Menurut An Nasa’i, sanad Hadis Ibnu Abbas paling Shahih adalah yang diriwayatkan oleh az Zuhri, dari Ubaidullah bin Abdullah bin ‘Utba, dari Ibnu abbas. Sedangkan yang paling dhaif adalah yang diriwayatkan oleh Muhammad bin Marwan as-Suddi Ash-Shaghir dan Al-Kalabi, dari Abi Shalih. Rangkaian ini disebut silsilah Al-Kadzib [ silsilah bohong ].
Ibnu Abbas banyak meriwayatkan hadis dari Al Fadhl [ paman ibunya ], Abu Bakar As Siddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abdur Rahman bin Auf, Mu’az bin Jabal, Abu Zar al Ghiffari, Uay bin Ka’b [ w 19 H ], Abu Huraira dll. Ia adalah sahabat yang  terpandang dan dijuluki Informan Umat. Mengingat banyaknya jumlah Hadis yang diriwayatkan. Lahir di Mekah dan besar di saat munculnya Islam, dan beliau terus mendampingi Rasulullah sehingga membuat Ibnu Abbas mampu meriwayatkan banyak Hadis.
Abdullah lahir tiga tahun sebelum hijrah dan pernah didekap Rasulullah SAW, kemudian Rasulullah SAW berdoa :  Ya Allah, ajarkanlah kepadanya hikmah. (Yang dimaksud hikmah adalah pemahaman terhadap Al Quran). Berilah ia pengertian dalam bidang agama dan berilah ia pengetahuan takwil [ tafsir ]”. HR. Tirmidzi dalam Tuhfatul Ahwadzi Juz X No. 40077.  Allah mengabulkan doa Nabi-nya sehingga Ibnu Abbas belakangan terkenal dengan penguasaan ilmunya yang luas dan pengetahuan fikihnya yang mendalam.  Ia adalah tempat untuk dimintai   fatwa penting sesudah Abdullah bin Mas’ud, selama kurang lebih tiga puluh tahun.
Tentang Ibnu Abbas, Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah berkata :”Tak pernah aku melihat seseorang yang lebih mengerti dari pada Ibnu Abbas tentang ilmu Hadits Nabi Shallallahu alaihi Wassalam serta keputusan-keputusan yang dibuat Abubakar, Umar, dan Utsman. Begitu pula tentang ilmu fikih, tafsir, bahasa arab, sya’ir, ilmu hitung dan fara’id. Orang suatu hari menyaksikan ia duduk membicarakan ilmu fiqih, satu hari untuk tafsir, satu hari lain untuk masalah peperangan, satu hariuntuk syair dan memperbincangkan bahasa Arab. Sama sekali aku tidak pernah melihat ada orang alim duduk mendengarkan pembicaraan beliau begitu khusu’nya kecuali kepada beliau. Dan setiap pertanyaan orang kepada beliau, pasti ada jawabannya”.
Ketika usia Ibnu `Abbas baru menginjak 15 atau 16 tahun, Nabi wafat. Setelah itu, pengejarannya terhadap ilmu tidaklah usai. Beliau berusaha menemui sahabat-sahabat yang telah lama mengenal Nabi demi mempelajari apa-apa yang telah Nabi ajarkan kepada mereka semua. Tentang hal ini, Ibnu `Abbas bercerita bagaimana beliau gigih mencari hadits yang belum diketahuinya kepada seorang sahabat penghafal hadits:
“Aku pergi menemuinya sewaktu dia tidur siang dan membentangkan jubahku di pintu rumahnya. Angin meniupkan debu ke atas mukaku sewaktu aku menunggunya bangun dan tidurnya. Sekiranya aku ingin, aku bisa saja mendapatkan izinnya untuk masuk dan tentu dia akan mengizinkannya. Tetapi aku lebih suka menunggunya supaya dia bangun dalam keadaan segar kembali. Setelah ia keluar dan mendapati diriku dalam keadaan itu, dia pun berkata. ‘Hai sepupu Rasulullah! Ada apa dengan engkau ini? Kalau engkau mengirimkan seseorang kemari, tentulah aku akan datang menemuimu.’ Aku berkata, “Akulah yang sepatutnya datang menemui engkau, karena ilmu itu dicari, bukan datang sendiri.’ Aku pun bertanya kepadanya mengenai hadits yang diketahuinya itu dan mendapatkan riwayat darinya.”
Dengan kesungguhannya mencari ilmu, baik di masa hidup Nabi maupun setelah Nabi wafat, Ibnu `Abbas memperolah kebijaksanaan yang melebihi usianya. Karena kedalaman pengetahuan dan kedewasaannya, `Umar bin Khaththab menyebutnya ‘pemuda yang tua (matang)’. Khalifah `Umar sering melibatkannya ke dalam pemecahan permasalahan-permasalahan penting negara, malah kerap mengedepankan pendapat Ibnu `Abbas ketimbang pendapat sahabat-sahabat senior lain. Argumennya yang cerdik dan cerdas, bijak, logis, lembut, serta mengarah pada perdamaian membuatnya andal dalam menyelesaikan perselisihan dan perdebatan. Beliau menggunakan debat hanya untuk mendapatkan dan mengetahui kebenaran, bukan untuk pamer kepintaran atau menjatuhkan lawan debat. Hatinya bersih dan jiwanya suci, bebas dari dendam, serta selalu mengharapkan kebaikan bagi setiap orang, baik yang dikenal maupun tidak.
`Umar juga pernah berkata, “Sebaik-baik tafsir Al-Qur’an ialah dari Ibnu `Abbas. Apabila umurku masih lanjut, aku akan selalu bergaul dengan `Abdullah bin `Abbas.” Sa`ad bin Abi Waqqas menerangkan, “Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih cepat dalam memahami sesuatu, yang lebih berilmu dan lebih bijaksana daripada Ibnu `Abbas.” Ibnu `Abbas tidak hanya dikenal karena pemikiran yang tajam dan ingatan yang kuat, tapi juga dikenal murah hati. Teman-temannya berujar, “Kami tidak pernah melihat sebuah rumah penuh dengan makanannya, minumannya, dan ilmunya yang melebihi rumah Ibnu `Abbas.” `Ubaidullah bin `Abdullah bin Utbah berkata, “Tak pernah aku melihat seseorang yang lebih mengerti tentang hadits Nabi serta keputusan-keputusan yang dibuat Abu Bakar, `Umar, dan `Utsman, daripada Ibnu `Abbas.”
Perawakan Ibnu `Abbas tinggi tapi tidak kurus, sikapnya tenang dan wajahnya berseri, kulitnya putih kekuningan dengan janggut diwarnai. Sifatnya terpuji, memiliki budi pekerti yang mulia, rendah hati, simpatik-empatik penuh kecintaan, ramah dan akrab, namun tegas dan tidak suka melakukan perbuatan sia-sia. Masruq berkata mengenainya, “Apabila engkau melihat `Abdullah bin `Abbas maka engkau akan mengatakan bahwa ia seorang manusia yang tampan. Apabila engkau berkata dengannya, niscaya engkau akan mengatakan bahwa ia adalah seorang yang paling fasih lidahnya. Jikalau engkau membicarakan ilmu dengannya, maka engkau akan mengatakan bahwa ia adalah lautan ilmu.”
Saat ditanya, “Bagaimana Anda mendapatkan ilmu ini?” Ibnu `Abbas menjawab, “Dengan lisan yang gemar bertanya dan akal yang suka berpikir.” Terkenal sebagai ‘`ulama umat ini’, Ibnu `Abbas membuka rumahnya sebagai majelis ilmu yang setiap hari penuh oleh orang-orang yang ingin menimba ilmu padanya. Hari-hari dijatah untuk membahas Al-Qur’an, fiqh, halal-haram, hukum waris, ilmu bahasa, syair, sejarah, dan lain-lain. Di sisi lain, Ibnu `Abbas adalah orang yang istiqomah dan rajin bertaubat. Beliau sering berpuasa dan menghidupkan malam dengan ibadah, serta mudah menangis ketika menghayati ayat-ayat Al-Qur’an.
Sebagaimana lazimnya kala itu, pejabat pemerintahan adalah orang-orang `alim. Ibnu `Abbas pun pernah menduduki posisi gubernur di Bashrah pada masa kekhalifahan `Ali. Penduduknya bertutur tentang sepak terjang beliau, “Ia mengambil tiga perkara dan meninggalkan tiga perkara. Apabila ia berbicara, ia mengambil hati pendengarnya; Apabila ia mendengarkan orang, ia mengambil telinganya (memperhatikan orang tersebut); Apabila ia memutuskan, ia mengambil yang termudah. Sebaliknya, ia menjauhi sifat mencari muka, menjauhi orang berbudi buruk, dan menjauhi setiap perbuatan dosa.”
Pada akhir masa hidupnya, Ibnu `Abbas mengalami kebutaan. Beliau menetap di Tha`if hingga wafat pada tahun 68H di usia 71 tahun. Demikianlah, Ibnu `Abbas memiliki kekayaan besar berupa ilmu pengetahuan serta akhlaq `ulama.

Rabu, 09 Desember 2015

EKOLOGI LUMBA-LUMBA HIDUNG BOTOL



Taksonomi :
  • Kingdom        :  Animalia
  • Filum               : Chordata
  • Kelas               : Mammalia
  • Ordo               : Cetacea
  • Famili             : Delphinidae
  • Genus             : Tursiops
  • Species            : truncates
Lumba-lumba hidung botol (Tursiops truncatus) adalah spesies lumba-lumba yang paling umum dan paling dikenal orang. Habitatnya berada di perairan hangat di seluruh dunia dan dapat ditemui di hampir seluruh perairan kecuali Samudra Arktik dan Samudra Selatan.
Menurut Rudolph et al. (1997), spesies lumba-lumba hidung botol menyebar antara lain di Laut Jawa, Pulau Panaitan, sebelah barat Jawa, Pulau Sissie, sebelah timur Laut Seram, lepas pantai Papua, Samudera Pasifik, Lamalera, Pulau Solor, Pulau Biak, timur laut Papua, Selat Ambon, Selat Malaka, Selat Singapura, Kepulauan Riau, sebelah timur Pulau Bangka dan Selat Sunda.

Corkeron (1990) menyatakan bahwa lumba-lumba hidung botol biasanya terdapat diantara nearshore dan offshore dan menghabiskan 92% waktunya pada kedalaman kurang dari 32 m dan berada pada 1 km dari pantai.
Lumba-lumba hidung botol berwarna abu-abu yang bervariasi dari abu-abu gelap di bagian atas dekat sirip punggung ke abu-abu muda keputih-putihan di bagian bawah. Corak warna ini membuat mereka sulit dilihat dari atas dan bawah. Lumba-lumba hidung botol dewasa memiliki panjang antara 2 sampai 4 meter dan berat dari 150 sampai 650 kilogram.
Lumba-lumba dikenal sebagai hewan laut yang paling pintar dan memiliki sifat penolong.. Mamalia ini biasanya hidup berkelompok dengan jumlah dua hingga beberapa ratus individu tergantung dari jenisnya. Hewan yang termasuk dalam ordo Cetacea ini dapat hidup hingga 40-50 tahun. Berbeda dengan ikan, anak lumba-lumba lahir 3-6 tahun sekali dengan periode kehamilan 12 bulan dan periode menyusui 18-20 bulan. Seekor lumba-lumba Hidung Botol dapat dikatakan dewasa ketika berumur 5-13 tahun untuk betina sedangkan jantan 9-14 tahun. Mereka menggunakan suara dengan frekuensi tinggi untuk menangkap mangsanya yaitu invertebrata bentik (organisme tidak bertulang belakang yang hidup di dasar perairan) seperti
ikan dan cumi-cumi.

Anatomi Lumba-Lumba

Otak
Otak lumba-lumba (40% lebih besar dari otak manusia) dan sangat kompleks. Kedua sisi otak lumba-lumba bekerja secara terpisah. Lumba lumba berisitirahat dengan hanya mengaktifkan setengah dari otak mereka, dan mata nya terbuka sebelah. Selama 8 jam, kedua sisi otak itu sadar. Kemudian sisi yang kiri akan tidur selama 8 jam. Setelah sisi itu terbangun, sisi yang kanan akan tidur selama 8 jam. Dengan demikian lumba-lumba bisa tidur selama 8 jam tanpa harus berhenti secara fisik dan terus berenang.
Gigi
Beberapa spesies lumba-lumba memiliki hingga 250 gigi. Gigi lumba-lumba diyakini berfungsi sebagai antena untuk menerima suara yang masuk dan menentukan lokasi yang tepat dari sebuah objek.
Makanan     

Lumba-lumba hidung botol menggunakan berbagai metode untuk menangkap mangsanya. Selain menggunaan suara berfrekuensi tinggi, salah satunya adalah dengan menggunakan sponge yang diperkirakan berkembang pada abad ke-19. Spons (Sponge)ini diletakkan pada rostrum (moncong) agar terlindung dari bebatuan, cangkang, atau benda lain yang dapat melukai moncongnya. Begitu mangsa terlihat, maka sponge akan dilepaskan agar dapat menangkap mangsa. Namun tidak semua individu mengaplikasikan teknik ini.
Hasil penelitian tim peneliti Univeristas Zurich menemukan bahwa lumba-lumba Hidung Botol yang memanfaatkan sponge sebagai alat untuk memburu makanan, selanjutnya disebut spongers, memiliki jenis pakan yang berbeda dengan yang tidak memanfaatkan spons, yang selanjutnya disebut non-sponger,meskipun hidup dalam satu habitat. Hasil analisis kimia menunjukkan bahwa sponger umumnya memburu mangsa yang hidup didasar laut.
Mann et.al (2008) membuktikan bahwa sponger dan non-sponger tidak berkompetisi dalam mencari makan karena memiliki target dan kebiasaan yang berbeda. Sponger umumnya hidup soliter, menghabiskan waktu lebih lama di dasar laut untuk mencari makan dibandingkan dengan non-sponger. Kemampuan ini tidak memengaruhi tingkat kesuksesan dalam bereproduksi, namun masih belum diketahui apakah penggunaan sponge memengaruhi tingkat kesuksesan menangkap mangsa. Ancaman utama bagi spesies ini adalah penangkapan yang tidak disengaja (bycatch), terdampar (stranded) dan perusakan habitat oleh aktifitas manusia..
Sistem Pernapasan

Lumba-lumba bernapas melalui blowhole di atas kepala mereka. Beberapa jenis lumba-lumba harus naik ke permukaan untuk bernafas setiap 20 sampai 30 detik.

Berdasarkan hasil pengamatan dan pengukuran, diketahui bahwa panjang saluran nasal T. aduncus adalah 11,72 cm dengan panjang celah blowhole 3,9 cm. Sepanjang saluran nasal dapat ditemukan 5 kantung udara. Struktur goosebeak yang dibentuk oleh kartilago epiglottis dan corniculata dapat ditemukan di laring T. aduncus. Panjang trakea, bronkus assesorius, bronkus sinister dan bronkus dexter berturut-turut adalah 10,82 cm, 7,5 cm, 4,3 cm, dan 6,5 cm. Sepanjang trakea sampai bronkiolus dapat ditemukan cincin kartilago tidak beraturan. Jumlah cincin kartilago trakea, bronkus assesorius, bronkus sinister dan bronkus dexter berturut-turut adalah 5 buah, 9 buah, 6 buah dan 13 buah. Tingkah laku bernafas T. aduncus di penangkaran dipengaruhi oleh lama waktu lumba-lumba di penangkaran.

Kemampuan berenang

Lumba-lumba dapat berenang dengan kecepatan 60 km/jam atau 37 mph.

Kelenjar Susu
Lumba-Lumba adalah binatang menyusui dimana sepasang kelenjar susu terletak di bagian perut. Lumba-lumba betina dapat mempertahankan kemampuan menyusi mereka bahkan setelah kehilangan kemampuan untuk membuat bayi.

Indera Penglihatan
Lumba-lumba memiliki penglihatan yang kurang baik. Sebagai gantinya, lumba-lumba menggunakan suara (sistem sonar) untuk mencari kearah mana dia harus berenang mencari makan.
Indera Penciuman
Lumba-lumba diyakini tidak memiliki indera penciuman.
Indera Pendengar
Lumba-lumba dapat mendengar frekuensi 10 kali atau lebih di atas batas atas pendengaran manusia dewasa.
Kemampua Khusus
Lumba-lumba dapat mentoleransi dan pulih dari cedera ekstrim, seperti gigitan ikan hiu.
Siklus Hidup
  • Bayi
    Bayi lumba-lumba (juga disebut calf) lahir setelah masa hamil 11-12 bulan.
Janin lumba-lumba

  • Remaja
    Setelah berumur 3-6 tahun, lumba-lumba remaja akan memutuskan jalan hidup mereka sendiri untuk tetap dalam kawanan induknya atau meninggalkan induk dan kawanannya.
  • Dewasa
    Saat usia 5-13 tahun, lumba-lumba betina dewasa akan kembali ke kelompok di mana mereka dilahirkan. Kawanan lumba-lumba juga dikenal dengan nama pod, untuk kawanan dengan jumlah ratusan lumba-lumba di dalamnya sering disebut dengan superpod. Lumba-lumba mencapai kematangan seksual pada usia sekitar 7-12 tahun untuk betina dan 10-15 tahun untuk jantan.
Masa Kawin
Sekitar usia 12 tahun, lumba-lumba jantan akan mencari pasangan untuk berkembang biak. Mereka terkadang terlibat dalam tindakan agresi sebagai bentuk persaingan memperebutkan betina. Musim kawin biasanya terjadi selama musim semi. Lumba-lumba akan menjajaki masa perkenalan dengan pasangan selama berhari-hari. Pada masa ini, pasangan akan terlihat selalu berenang bersama dan saling membelai dengan sirip mereka. Proses kawin berlangsung sangat cepat, biasanya dalam hitungan detik.
Proses Kelahiran
Tidak seperti mamalia darat, proses kelahiran lumba-lumba dimulai dengan ekor keluar terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan jika kepala yang keluar pertama, tidak akan cukup waktu untuk sang bayi mencapai permukaan untuk bernapas. Proses kelahiran lumba-lumba memakan waktu sekitar 3 jam, dan selama proses ini akan ada darah, yang akan memancing pemangsa seperti hiu untuk mendekat. Untuk melindungi induk lumba-lumba saat melahirkan, lumba-lumba lain dalam kelompok akan membentuk lingkaran di sekelilingnya. Bayi lumba-lumba yang baru lahir akan dibantu oleh sang induk dibawa ke permukaan agar bisa menghirup udara. Lumba-lumba betina biasanya akan melahirkan sekitar setiap 4 atau 5 tahun. Mereka memilih merawat anak-anaknya terlebih dahulu hingga cukup mandiri, sebelum mengandung anak berikutnya. Seekor lumba-lumba mampu memiliki hingga 11 anak dalam seumur hidup mereka, dan masih dapat kawin hingga usia di atas 40 tahun. Harapan hidup lumba-lumba jantan adalah 40 tahun, dan 50 tahun untuk betina.
Predator
Predator utama lumba-lumba adalah ikan hiu. Namun manusia juga berperan besar dalam berkurangnya populasi lumba-lumba. Daging lumba-lumba dikonsumsi di sejumlah kecil negara di seluruh dunia, termasuk Jepang dan Peru.
Lumba-lumba Sebagai Alternatif Terapi
Ikan lumba-lumba hidung botol ternyata bisa membantu terapi pengobatan untuk beberapa jenis penyakit, terutama gangguan fungsi syaraf motorik. Diantaranya autis dan down syndrom atau depresi berat. Autisme adalah gangguan perkembangan yang kompleks, disebabkan adanya kerusakan pada otak, atau merupakan gangguan neurobiologis yang diakibatkan oleh pengaruh biokimia, lingkungan buruk, dan psikologis. Anak mengalami gangguan seputar perkembangan komunikasi, perilaku, kemampuan bersosialisasi, dan lain-lain. Anak dengan gangguan autis dikenal sebagai pribadi yang tak mampu berkomunikasi dengan orang terdekat sekalipun. Anak autis juga tak mampu mengekspresikan perasaan dan keinginannya, seringkali tertawa atau menangis sendiri.
Orang tua dari seorang anak yang menderita autis umumnya rela membayar betapapun asalkan anaknya bisa disembuhkan. Namun sering kali sangat sulit menemukan terapi yang tepat  untuk menyembuhkan anak autis.

Kegemaran lumba-lumba bermain memudahkan hewan ini akrab dengan manusia. Hewan ini mampu mengirimkan serangkaian sinyal ultrasonik untuk mendeteksi keberadaan benda di sekitarnya. Otaknya yang lebih besar dari simpanse atau kera membuatnya tergolong binatang cerdas.Di tubuh lumba-lumba terkandung potensi yang bisa menyelaraskan kerja syaraf motorik dan sensorik penderita autis. Sebab lumba-lumba mempunyai gelombang sonar yang dapat merangsang otak manusia untuk memproduksi energi yang ada dalam tulang tengkorak, dada, dan tulang belakang pasien sehingga dapat membentuk keseimbangan antara otak kanan dan kiri.  
Gelombang suara dari lumba-lumba juga dapat meningkatkan neurotransmiter. Ketika berinteraksi dengan lumba-lumba, hormon endrofin pada manusia meningkat. Hal ini membuat terbentuknya keseimbangan antar otak kiri dan kanan.

Ikan lumba-lumba juga memiliki kemampuan melakukan terapi melalui totokan, gigitan halus, kibasan tubuh. Lumba-lumba akan menunjukkan reaksi dan mencoba berkomunikasi dengan pasien. Mulai totokan dikaki, tubuh, dan kepala. Uniknya bagian tubuh yang ditotok setiap harinya berbeda, sehingga tampak sistematis.

Ada beberapa tahap yang perlu dilalui pasien sebelum menjalani terapi lumba-lumba. Tahap pertama adalah proses adaptasi dengan hewan ini. Pasien di dalam kolam kan dikelilingi dan disentuhnya. Biasanya adaptasi membutuhkan waktu 1 hari. Pada tahap berikutnya selama mengelilingi pesien, lumba-lumba akan mengeluarkan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk mendeteksi bagian-bagian yang mengalami ganggua, yaitu bagian yang memiliki tingkat kekentalan yang berbeda dengan bagian yang normal.

Pada terapi untuk autis, delapan faktor respons yang menjadi fokus pengamatan, yaitu komunikasi, emosional, fokus perhatian, percaya diri, kelincahan, koordinasi, kontak mata, dan ketenangan. Anak-anak autis tersebut mampu menerima stimulasi dan mulai memberi perhatian.
Dalam perkembanganya lumba-lumba tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak
down syndrom dan autis saja, juga untuk orang dewasa yang mengalami gangguan mental dan sensor saraf indra. Lumba-lumba bisa dijadikan sarana terapi karena mampu berinteraksi dengan manusia.

Penelitian terhadap ikan lumba-lumba sebagai terapi ini masih terus dikembangkan. Diprioritaskan untuk mengetahui pola spektrum dari gelombang suara dari hewan ini. Yaitu pola seberapa besar spektrum frekuensi gelombang suara dari lumba-lumba untuk terapi berdasarkan jenis penyakit pasien. Karena dari hasil rekaman gelombang sonar frekuensi gelombang suara memang ada yang berbeda untuk tiap jenis penyakit. Ikan lumba-lumba yang bisa dilatih untuk melaksanakan terapi adalah jenis jantan.

Referensi :


uuluburmisszoologi.blogspot.com
https://adearisandi.wordpress.com/2011/08/10/siklus-hidup-lumba-lumba